Kamis, 27 Maret 2014

Rooney Cemas Old Trafford Kini Tidak Angker Lagi


Striker Manchester United, Wayne Rooney
Striker Manchester United Wayne Rooney mulai mencemaskan tren buruk timnya usai dipermalukan Manchester City 0-3 dalam lanjutan Premier League, Rabu 26 Maret 2014. Keangkeran kandang MU Old Trafford kini sudah memudar.

Seperti dilansir Tribal Football, MU tercatat sudah enam kali kalah di Old Trafford musim ini. Terakhir kali MU kalah enam kali di kandang terjadi 35 tahun silam, tepatnya pada tahun 1978. Situasi ini menurut Rooney tidak dapat diterima.

Fakta ini menambah panjang daftar buruk debut David Moyes sebagai manajer MU musim ini. MU di bawah asuhan suksesor Sir Alex Ferguson itu kerap tidak tampil konsisten. MU bahkan kerap menelan kekalahan dengan defisit gol yang sangat banyak.

Rabu dinihari tadi, MU kalah telak 0-3 dari ManCity di Old Trafford. Sepekan sebelumnya, MU juga tumbang 0-3 di Old Trafford saat melawan Liverpool. Pada Januari lalu, MU juga takluk 0-1 di kandang saat menjamu Tottenham Hotspur.

"Catatan yang tidak cukup bagus. Kami tidak boleh kalah enam laga di kandang dalam satu musim. Kami harus segera bangkit dan membuat tempat ini ditakuti lawan lagi," keluh striker internasional Inggris itu kepada MUTV.

Musim ini, masih ada empat laga kandang yang harus dijalani MU di ajang Premier League. Yaitu melawan Aston Villa (29/03), Norwich City (26/04), Sunderland (03/05) dan Hull City (07/05). Mampukah MU memperbaiki rekor kandangnya, atau justru malah semakin buruk.

Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/491732-rooney-cemas-old-trafford-kini-tidak-angker-lagi

Moyes Mulai Depresi Melatih MU


Pelatih Manchester United, David Moyes
Kekalahan Manchester United dari Manchester City dengan skor 0-3, di Old Trafford, Rabu 26 Maret 2014 dini hari tadi, berdampak besar pada mental dari sang manajer, David Moyes. Saat ini, Moyes mengaku sudah mulai merasa depresi melatih MU.

Tekanan yang datang bertubi-tubi dari fans, diakui oleh pria Skotlandia itu, telah membuatnya mulai tidak tahan duduk di kursi kepelatihan MU. Dia berharap para penggemar Setan Merah bisa lebih bersabar menghadapi musim ini.

Seperti diketahui, sejak ditangani The Choosen One, MU terus menuai hasil buruk. Teranyar, rekor yang mereka ukir sejak 52 tahun lalu rusak hanya karena ManCity.

MU menelan dua kekalahan beruntun di kandang dalam ajang Liga Inggris dari dua tim penghuni 4 besar. Parahnya, mereka kalah dengan marjin tiga gol di dua laga itu.

Tentu kondisi ini membuat fans menjadi berang. Di pertandingan melawan ManCity, seorang fans sempat berusaha mengejar Moyes di tribun untuk melampiaskan amarahnya.

Tidak hanya dari fans, para legenda juga mulai gerah melihat MU terus menerus meraih hasil negatif di musim ini. Gary Neville bahkan menyebut MU saat ini sedang berada dalam masa krisis kepribadian.

"Berkali-kali, saya menganjurkan kepada suporter untuk tetap tenang dalam menghadapi musim yang sangat sulit ini. Atmosfir dukungan dari dalam Old Trafford memang sangat luar biasa. Itu setimpal dengan tekanan yang datang kepada saya. Sungguh sangat berat," kata Moyes seperti dilansir Sky Sports.

"Saya harus tetap kuat untuk bisa menjadi pemenang. Itu adalah tekad bulat yang saya kobarkan. Saat ini, saya sangat kecewa dengan diri sendiri. Saya kecewa karena sulit memikul tanggung jawab yang berat ini," ujar dia.

MU hingga sekarang masih tertahan di papan tengah klasemen sementara Liga Inggris. Mereka baru mengumpulkan 51 angka dari 31 laga.

Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/491764-moyes-mulai-depresi-melatih-mu

"Belum Ada Perubahan Saat Lawan Bayern, MU Dalam Masalah Besar


Para pemain Manchester United.
Manchester United akan menghadapi lawan berat, Bayern Munich pada babak perempatfinal Liga Champions musim ini. Eks pemain "Iblis Merah", Roy Keane mengatakan MU bisa berhadapan dengan masalah besar jika tak menunjukkan perbaikan performa.

Musim ini, di bawah asuhan David Moyes, performa MU benar-benar menjadi sorotan karena kerap meraih hasil-hasil mengecewakan. Terakhir, mereka takluk dari rival sekota, Manchester City 0-3 di Old Trafford, yang merupakan kekalahan ke-10 pada Premier League musim ini. 

"Jika saat melawan melawan Bayern masih menunjukkan permainan seperti dua pekan terakhir, mereka akan menghadapi masalah yang amat, amat besar," ujar Keane, sebagaimana dilansir Dailymail, Kamis 27 Maret 2014.

"Pada laga melawan Liverpool, saya pikir United akan baik-baik saja, tapi ternyata mereka tak mampu berkembang. Kemudian ketika melawan ManCity, saya berpikir hal sama. Ya Tuhan, semoga mereka bisa lebih baik pada Selasa malam nanti (melawan Bayern)," sambungnya.

Keane juga mengatakan kalau MU mesti segera melupakan euforia jika berhasil menang melawan tim-tim medioker. Menurutnya, yang harus dipikirkan tim adalah bagaimana meraih kemenangan melawan tim-tim kuat, mengingat mereka kerap gagal melakukannya musim ini.

"Para pemain bisa melupakan soal mengalahkan tim-tim seperti West Ham, Olympiacos, dan Crystal Palace, karena Manchester United bermain bukan untuk itu. Ini adalah persoalan melawan tim-tim besar," tutur mantan pemain berusia 42 tahun tersebut.
 
Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/492181--belum-ada-perubahan-saat-lawan-bayern--mu-dalam-masalah-besar-

Balotelli Heran Wasit Italia Suka Membisu di Lapangan


Penyerang AC Milan, Mario Balotelli
Striker AC Milan, Mario Balotelli, merasa wasit-wasit Italia yang memimpin laga-laga Serie A kerap melakukan tindakan menghasut. Salah satunya adalah dengan memilih bungkam ketika ada pemain yang melakukan protes padanya.

Hal tersebut dirasakan Balotelli ketika membela timnya berhadapan dengan Fiorentina, pada pertandingan lanjutan Serie A, dini hari tadi. Pencetak satu gol pada laga yang berakhir 2-0 tersebut mengaku tak habis dengan tindakan wasit yang langsung memberinya kartu kuning.

"Orang yang paling sering memprovokasi saya di lapangan adalah wasit. Saya tak mengerti kenapa sejumlah wasit di Italia, tak mau berbicara," ujar Balotelli, sebagaimana dilansir Football-Italia, Kamis 27 Maret 2014.

"Hari ini wasit tak mau berdialog. Saya diberi kartu kuning karena berkata padanya kalau pemain lawan menyentuh bola dengan tangan. Dia memperingati saya karena berbicara terlalu banyak. Saya akan berbicara banyak, tapi Anda juga bisa berdialog, itu tampak seperti situasi bodoh," sambung pemain asal Italia berusia 23 tahun tersebut.

Kemenangan Milan atas Fiorentina tersebut digadang-gadang sedikit mengamankan posisi pelatih Clarence Seedorf, yang pada laga-laga sebelumnya gagal membawa Milan meraih hasil positif. Namun, Balotelli mengatakan bahwa tak ada ancaman terkait posisi Seedorf.

"Kami tak mengamankan posisi siapapun. Saya belum membaca koran, tapi hanya karena kalah pada dua atau tiga laga lalu Anda tak bisa membicarakan (nasib) seseorang. Kami tak gugup dan tak ada yang berkelahi di ruang ganti. Grup ini fantastis," tutur Balotelli.

Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/492148-balotelli-heran-wasit-italia-suka-membisu-di-lapangan

Minggu, 23 Maret 2014

Ancelotti : Madrid dan Barca Sama-sama Tertekan


Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti
Real Madrid lebih diunggulkan saat menghadapi Barcelona dalam duel bertajuk El Clasico, Minggu 23 Maret 2014 (Senin dini hari WIB). Namun, pelatih Madrid, Carlo Ancelotti tidak sepenuhnya setuju dengan anggapan tersebut.
Ancelotti menilai, kedua tim menanggung beban yang sama di laga El Clasico. Meskipun ada di posisi puncak klasemen, bukan berarti Los Blancos akan dengan mudah menaklukkan Blaugrana.

"El Clasico merupakan pertandingan yang penting dan Anda selalu mengalami tekanan yang sama. Ada tekanan tinggi pada kami, dan demikian halnya pada Barca," kata Ancelotti seperti dilansir Football Espana.

"Ide kami adalah dengan menunjukkan permainan yang bisa menggambarkan kualitas terbaik. Kami benar-benar siap untuk pertandingan ini dan akan coba melakukan apa yang telah kami lakukan dalam laga-laga sebelumnya," tekad pelatih asal Italia ini.

Ancelotti menuturkan, dia akan memaksimalkan keuntungan tampil di Santiago Bernabeu. Los Blancos akan melakukan segalanya untuk memetik tiga poin.

Mengenai kondisi timnya, Ancelotti menegaskan semuanya dalam kondisi baik. Hanya Isco yng memiliki sedikit masalah.

"Seluruh skuad dalam kondisi baik. Kami punya sedikit masalah dengan Isco, yang menunjukkan gejala pilek, namun kemudian dia berlatih. Seluruh skuad baik-baik saja," tegas pria 54 tahun ini.

Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/490848-ancelotti--madrid-dan-barca-sama-sama-tertekan

El Clasico : Ketika Madrid di Atas Angin


El Clasico: Cristiano Ronaldo (kiri) sedang menjaga Lionel Messi (kanan)
Akhir pekan ini La Liga kembali menggelar partai super panas, Real Madrid kontra Barcelona. Sama seperti sebelum-sebelumnya, duel bertajuk El Clasico mempertemukan dua tim yang tengah bersaing sengit mengejar titel juara.

Hanya saja kondisi sedikit lebih buruk buat Barcelona. Inkonsistensi yang ditunjukkan dalam beberapa partai terakhir membuat mereka tercecer dari Madrid serta Atletico. Los Azulgranas sekarang cuma sanggup duduk di tempat ketiga klasemen sementara dengan raihan 66 poin, atau terpaut 4 angka dari Los Blancos di pucuk pimpinan.

Laga akan dihelat di Santiago Bernabeu, Minggu, 24 Maret 2014, atau Senin dini hari waktu Indonesia. Tak bisa disangkal, bermain di depan publik sendiri tentu memberikan keuntungan bagi Madrid, maka tak heran jika banyak pihak menjagokan mereka untuk keluar sebagai pemenang.

Tapi ternyata itu bukan satu-satunya faktor yang membuat tim asuhan Carlo Ancelotti lebih difavoritkan. Grafik performa mereka yang mengkilap sepanjang 2014 ini juga jadi pertimbangan utama. Diketahui sejak Januari lalu Cristiano Ronaldo cs belum pernah merasakan kekalahan di semua kompetisi.

Sadar timnya berada di atas angin, winger Gareth Bale mulai berani sesumbar ke publik. "Barcelona adalah pesaing langsung dan kami berharap mengalahkan mereka. Kami akan melakukan yang terbaik untuk meraup tiga poin," ucap Bale.

"Mereka memiliki beberapa pemain hebat. Namun, kami fokus pada permainan kami dan tim kami. Kami juga memiliki sejumlah pemain hebat," serunya.

Barcelona tentu tak terima dianggap enteng oleh calon lawan. Gelandang Andres Iniesta menjamin timnya akan tampil habis-habisan di kandang Madrid nanti demi bisa mengamankan poin penuh.

"Kami tahu kami selalu diminta membawa sepakbola terbaik kami ketika bermain di Bernabeu. Tapi, kami memang harus melakukannya, lebih dari sebelumnya,” jelas Iniesta.

"Kami hanya harus berani, menjaga penguasaan bola. Jika kami tidak melakukan itu, kami akan mendapat sesuatu yang buruk. Ini adalah tempat di mana tuntutan terbesar terletak pada pemain,” katanya.

Iniesta juga percaya, Barcelona masih berpeluang menjuarai La Liga musim ini. Dia menilai, kritik yang datang kepada timnya adalah normal, dan yang paling penting, bagaimana menjawabnya dengan performa mengesankan.

“Kami telah merespons, dan jika hal-hal tidak berjalan baik, itu adalah normal bahwa akan ada kritik, tapi untuk berpikir bahwa Madrdi hanya akan mengalahkan kami dengan mudah, saya tak berpikir begitu. Kamki masih memiliki kesempatan untuk mengejar,” paparnya.

Catatan impresif Barcelona di Bernabeu
Melawat ke markas musuh abadi, bukan berarti Barcelona harus kehilangan taji. Dari catatan 10 laga terakhir, Lionel Messi cs punya rekor menawan. Mereka menang lima kali, imbang tiga kali, dan hanya dua kali pulang ke Catalonia dengan tangan hampa. Sebuah catatan yang sangat impresif.

Kedigdayaan tersebut berawal pada musim 2008-09 saat Barcelona berpesta gol di Bernabeu dengan kemenangan 6-2. Setelah itu, mereka kembali menang 2-0 pada pertemuan berikutnya.

Setelah itu, Barcelona benar-benar tidak terbendung meski bermain di markas Madrid. Tiga kemenangan mereka rebut dalam lima partai, dua laga lain berakhir imbang.

El Barca akhirnya menelan kekalahan di Bernabeu pada leg 2 Piala Super Spanyol musim 2012-13. Hasil negatif ini berujung dengan Madrid meraih gelar pembuka musim.

Setelah itu, Barcelona belum pernah menang lagi di ibu kota Spanyol. Pada pertemuan di Copa Del Rey dan La Liga musim 2012-13, Madrid selalu berhasil menahan Barcelona. Setelah bermain imbang 1-1 pada ajang Copa Del Rey, Barca harus menelan kekalahan kedua di Bernabeu dalam 10 pertemuan terakhir setelah kalah 1-2 di penghujung musim lalu.

El Clasico sulit ditebak

Meski banyak yang mengunggulkan Madrid dengan berbagai alasan, El Clasico tetap saja menjadi El Clasico. Pertandingan sudah pasti berlangsung sengit dan dalam tensi tinggi sehingga akan sangat sulit untuk memprediksi hasilnya.

Bomber Madrid di era 1970 hingga 80-an, Carlos Santillana Alonso, sepakat menyebut bekas klubnya menjadi favorit. Dia melihat Cristiano Ronaldo cs sedang dalam puncak permainan sehingga wajar jika digadang-gadang bakal sanggup melumpuhkan Barcelona.

Tapi, menilik ke belakang, Santillana pribadi masih belum yakin sepenuhnya Madrid bisa meraup poin penuh dalam duel sarat gengsi itu. Menurutnya, sejak dulu El Clasico selalu sulit ditebak.

"Madrid dalam momen terbaik. Mungkin salah satunya karena kami sekarang mampu memuncaki klasemen. Itu membuat pemain lebih percaya diri," kata Santillana dikutip Marca.

"Tapi, lawan kami Barcelona yang kini mulai bangkit. Saya bisa bilang agar jangan ada yang percaya dengan apapun dari pertandingan ini," sambungnya.

Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/490615-el-clasico--ketika-madrid-di-atas-angin

Indra Sjafri : Timnas U-19 Sedang "Bangun Rumah Tipe 70"


Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri
Timnas Indonesia U-19 terus berbenah jelang perhelatan Piala Asia 2014, Myanmar. Setelah melakoni Tur Nusantara tahap 1, Timnas U-19 akan segera berangkat ke Timur Tengah pada 1 April 2014 untuk melakoni beberapa laga uji coba.

Tur Timur Tengah merupakan salah satu program yang memang telah disiapkan tim pelatih Pasukan Garuda Jaya beserta Badan Tim Nasional (BTN) dalam persiapan mereka jelang Piala Asia.

Rencananya, Timnas U-19 akan mulai beruji coba pada 10 April 2014. Dan lawan pertama yang akan dihadapi adalah Oman.

Dijelaskan oleh pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, saat ini timnya sudah sangat siap untuk melakoni beberapa laga uji coba di Tur Timur Tengah. Namun, sebelum berangkat ke Timur Tengah, Indra akan mengevaluasi seluruh kekurangan tim yang ditemukannya di sepanjang Tur Nusantara.

"Sekilas saya melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemain mulai menurun. Perkembangannya cukup positif. Itu adalah gambaran kecil dari apa yang didapat dari Tur Nusantara. Jadi, tim sudah sangat siap untuk beruji coba di Timur Tengah," kata Indra ketika ditemui di kawasan Matraman, Jakarta, Minggu 23 Maret 2014.

"Evaluasi besarnya, tunggu saya bicara dengan BTN pada Selasa 25 Maret 2014 nanti. Sampai sekarang saya juga masih tunggu data-data secara lengkap. Semua hasil evaluasi akan diterapkan pada latihan jelang keberangkatan ke Timur Tengah yang dimulai 25 Maret 2014," sambung dia.

Selama tur Nusantara, Pasukan Garuda Jaya belum pernah menelan kekalahan dalam 13 laga yang mereka jalani. Meski begitu, pelatih 51 tahun tersebut enggan berpuas diri.

Hasil yang didapat di dalam Tur Nusantara, menurutnya belum menjadi jaminan bahwa performa Timnas U-19 sudah cukup untuk bisa bersaing di level Asia.

"Gambarannya, kalau di kualifikasi Piala Asia yang lalu rumah kami bertipe 45. Kami butuh rumah dengan tipe 70 jika ingin bersaing di putaran final agar bisa lolos ke Piala Dunia 2015 nanti," tutur Indra.

"Jadi, saat ini saya sedang membangun rumah tipe 70 itu di dalam tim. Level permainan tim harus meningkat karena lawan yang akan dihadapi juga pasti lebih bagus ketimbang di fase kualifikasi," lanjut mantan pemain PSP Padang ini.

Selain Tur Timur Tengah, Timnas U-19 masih akan menghadapi dua turnamen mini di Jakarta dan Vietnam. Rencananya, ada beberapa uji coba yang akan dilakoni di Eropa. Namun, wacana itu hingga sekarang masih dalam pembahasan BTN.

Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/490892-indra-sjafri--timnas-u-19-sedang--bangun-rumah-tipe-70-